Pulang, Pengungsi Kelud Malah Kelaparan

sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/02/23/218044/Pulang,-Pengungsi-Kelud-Malah-Kelaparan-

KEDIRI – Keputusan untuk pulang ke rumah dan meninggalkan pengungsian membuat masalah baru bagi warga di Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Kemarin (22/2) warga mulai kelaparan karena bahan makanan sudah habis dan pendistribusian air bersih belum merata.

“Kalau tidak ada air, bagaimana bisa masak nasi?” ujar Parianto, 45, warga Dusun Sumberejo, Desa Besowo, Kecamatan Kepung. Menjelang tengah hari, dia bersama warga yang lain sudah berada di pinggir jalan untuk menunggu pendistribusian air bersih yang akan digunakan untuk memasak nasi dan minum.

Dia mengatakan, pendistribusian air minum hanya berada di pinggir jalan utama di desanya Sementara itu, warga yang rumahnya di gang-gang tidak pernah kebagian air bersih. Dia pun menyesal telah meninggalkan pengungsian. “Ya, semestinya kita tinggal di pengungsian dulu sambil membersihkan rumah siang hari,” katanya.

Sebab, sudah dua hari pulang, Parianto dan keluarganya kesusahan tempat tidur. Apalagi, saat hujan, rumahnya bocor dan belum bisa ditempati. “Karena ada permintaan untuk pulang, saya dan warga lainnya memutuskan untuk pulang,” katanya menyesal. Bersama warga lainnya, dia pun harus bertahan dan membenahi rumah yang atapnya masih bolong.

Sementara itu, satu kampung di Dusun Besowo Timur, Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kediri, hingga kemarin belum mendapat air bersih. Sumardi, 40, ketua RT 54 RW 16, Dusun Besowo Timur, mengatakan, sudah dua hari pulang, belum ada satu pun mobil air bersih yang mendatangi dusunnya. “Kami terpaksa keluar kampung mengambil air dan mencegat di jalan,” ujarnya.

Terkait dengan tidak masuknya pendistribusian air bersih di kampungnya, dia mengatakan bahwa pengemudi mobil yang membawa air bersih tidak berani memasuki dusunnya karena kondisi jalan yang terjal dan kecil. “Mereka takut karena jalan di dusun kami sempit,” tambahnya.

Bersama warga, Sumardi terpaksa mengambil bahan makanan seperti air minum ke posko terdekat di Desa Besowo. “Jaraknya sekitar 1 kilometer,” ungkapnya. Beberapa bahan yang diambil adalah kardusan air mineral baik yang gelas maupun botolan. Setelah air terkumpul di posko kampungnya, dia membaginya kepada warga.

Sumardi berharap donatur juga mengunjungi dusunnya untuk membantu kebutuhan sementara warga. “Kebutuhan mendesak kami, ya makanan dan minuman,” ucapnya. Dia juga mengakui, walau selama ini warga ingin pulang, kenyataannya, kondisi rumah belum 100 persen bisa ditempati.

Selain makanan, warga membutuhkan pakaian layak pakai ataupun selimut. Sementara itu, penampungan air yang sudah masuk di desanya belum pernah terisi oleh air bersih. “Percuma kalau hanya tempat penampungan saja, tapi air bersih tidak masuk,” katanya. (c1/baz/c10/kim) 

Iklan

About defko

ya inilah saya dengan semua kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri saya. bila ingin lebih tau, mari kita chat ato ketemu.

Posted on Februari 25, 2014, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: