Satu Dokter Layani Seribu Lebih Korban Kelud , PB IDI Tanggap Darurat Hingga Maret

sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/02/25/218405/Satu-Dokter-Layani-Seribu-Lebih-Korban-Kelud-

 

JAKARTA – Urusan medis menjadi sektor penting pasca letusan gunung Kelud. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendata saat ini rata-rata satu orang dokter menangani seribu lebih korban gunung Kelud. Meskipun belum ada tanda-tanda kekurangan dokter, mereka tetap menjalankan misi tanggap darurat di Kediri dan Malang.
 
Anggota Komite Penanggulangan Bencana (KPB) Pengurus Besar IDI dr Iqbal El Mubaraq menuturkan, personel dokter yang masuk dalam misi penanggulangan bencana IDI berada di ring atau zona merah.

“Diman zona merah ini belum terjangkau oleh petugas medis dari puskesmas-puskesmas setempat,” katanya.
 
Iqbal menuturkan saat ini PB IDI menerjunkan sepuluh orang dokter dari Jakarta. Dia mengatakan tim dari Jakarta yang hanya sepuluh orang itu, hanya sebagai supporting dokter-dokter anggota IDI dari Malang dan Kediri. Dia menjelaskan bahwa anggota IDI di Malang itu terbesar kedua di Indonesia setelah di Jakarta.
 
Untuk kondisi saat ini, Iqbal mengatakan rasio dokter untuk tanggap becana Kelud adalah 1:1.200. Maksudnya satu orang dokter menangani pasien korban letusan gunung Kelud sekitar seribu hingga 1.200. “Secara umum sampai saat ini masih berjalan normal. Kita berkoodinasi dengan BNPB dan pihak-pihak terkait, termasuk puskesmas,” katanya.
 
Ia menjelaskan perbandingan itu bukan berarti satu orang dokter melayani seribu lebih korban Kelud dalam sehari. Tetapi umumnya masyarakat korban bencana datang bertahap sesuai dengan kondisi kesehatan mereka.
 
Iqbal mengatakan bahwa tanggap darurat yang ditentukan oleh IDI untuk penanganan korban letusan Kelud dijadwalkan hingga akhir Maret nanti. Tetapi dia menjelaskan, tidak menutup kemungkinan batas akhir itu bakal diperpanjang merujuk kondisi setempat.
 
Untuk logistik obat-obatan, Iqbal mengatakan kebutuhan paling banyak untuk menangani korban Kelud dengan keluhan penyakit ISPA (infeksi saluran pernafasan akut). Kebutuhan obat yang mendesak lainnya adalah obat iritasi mata, obat alergi, dan obat untuk diare.
 
Khusus untuk urusan obat-obatan ini, IDI meminta masyarakat tidak nakal. Iqbal mengatakan tim medis akan menanyakan dulu kapan terakhir pasien berobat. Upaya ini dilakukan untuk mencegah praktek nakal masyarakat untuk menimbun obat-obatan. Kemudian bisa dijual beberapa waktu nanti.
 
Selain itu Iqbal juga menjelaskan bahwa IDI telah melakukan investigasi kondisi air di daerah-daerah yang terdampak letusan gunung Kelud. Di sejumlah daerah yang dekat dengan pusat letusan, Iqbal mengatakan kondisi air sungainya tidak layak untuk dikonsumsi.

Padahal di tempat itu, masyarakat sangat bergantung dengan air sungai. “Sementara itu untuk air sumur, umumnya tidak terdampak letusan kelud. Saya temukan sejumlah sumur, airnya tetap jernis,” papar dia. (wan)

Iklan

About defko

ya inilah saya dengan semua kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri saya. bila ingin lebih tau, mari kita chat ato ketemu.

Posted on Februari 25, 2014, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: